close

Sayyidul Istighfar (Arab, Latin dan Artinya)




اَللَّهُمَّ أَنْتَ  رَبِّيْ، لَا إِلٰـهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ  مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ  بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ


Bacaan Latin:

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MAS TATHO’TU, A-‘UDZUBIKA MIN SYAR-RI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII, FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Artinya :
“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang ber-haq disembah selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu, dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku, Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”




DASAR HADITS SAYYIDUL ISTIGHFAR
من قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة و من قالها من الليل و هو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة
Artinya :
Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

Ini adalah doa yang agung yang mencakup banyak makna : taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kembali menghadap kepada-Nya. Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yang demikian itu dikarenakan ia melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.
Back To Top